Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konser Gigi Kali Ini Sulit Dilupakan

Tomi Tresnady , Jurnalis-Jum'at, 27 Mei 2011 |09:13 WIB
Konser Gigi Kali Ini Sulit Dilupakan
Konser Gigi bertajuk Sweet Seventeen di Istora Senayan (Foto: Tomi Tresnady/okezone)
A
A
A

JAKARTA - Seperti biasa setiap tahun Gigi merayakan ulang tahunnya dengan perayaan konser.

Konser Gigi yang bertajuk Sweet Seventeen yang dihelat di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (26/5) malam menyajikan sentuhan yang berbeda dari kebiasaan konser mereka.  Konsepnya lebih beralur, lagu yang sarat pesan moral di jadikan lagu pembuka seperti; Sang Pemimpi  (lagu yang menjadi soundtrack film layar lebar Sang Pemimpi), 1999 Menangis dan Distorsi Manusia dengan aransemen yang ngerock abis.

“Tiga lagu di depan tadi seperti Sang Pemimpi menceritakan sampai kapanpun kalau mimpinya positif akan seperti Hendi ini mengidolakan Gigi sejak SMA akhirnya jadi drummer Gigi. Lalu 1999 Menangis saat kerusuhan dimana-mana kita menangis, dan Distorsi Manusia terjadi global warming yang membuat dunia hancur,” ucap Armand yang cukup sukses memberikan tampilan yang ciamik mengawali konser di depan 6000 penonton yang hadir malam itu.

Lalu termin kedua Gigi mencoba menyegarkan memori dengan menghadirkan lagu era 90an diantaranya yang berjudul Oo Oo OO (album ¾ tahun 1996), Pesta (album Dunia 1995)dan Angan (album Angan 1994).

“Tadi kok gak ada yang nyanyi ya, kayaknya ABG semua, alhamdulillah, dikirain angkatan gue semua,” celetuk Armand disambut tawa penonton.

Termin ketiga, Gigi menggaungkan lagu yang liriknya kental dengan rasa persaudaraan, yakni; Bersama Menyayangi dan Mencintai (menjadi soundtrack sinetron besutan Deddy Mizwar), Perihal Cinta di kawal permainan piano Andi Rianto yang lembut, lalu kejutan Pasha Ungu melantunkan Damainya Cinta masih diiringi permainan tuts piano dari Andi Rianto.

Gigi coba menaikkan emosi penonton dengan membawakan lagu rohani yang memang jadi koleksi band yang dibentuk 22 Maret 1994 itu. Walaupun lirik yang menggugah manusia untuk selalu berhubungan dengan Tuhan melalui iman dan taqwa, musik yang disematkan cukup keras, ini strategi Gigi untuk bisa masuk ke kuping anak-anak remaja. Mereka bawakan lagu Lailatul Qadar, Pintu Sorga, dan Amnesia.

Di jeda konser, Armand bercerita soal bandnya usai mengerjakan lagu soundtrack untuk film layar lebar Brownis, berlanjut mengerjakan album rohani. Walaupun bernafaskan islam, kata Armand, ada Dewa Budjana yang beragama Hindu di line up Gigi.

“Pas dia ditawarin bikin album ini jawaban dia simple banget.’Gue masuk Gigi gak pakai ditanya KTP-nya agamanya apa? Yang penting kita satu di musik,” kata Armand yang sambut tepuk tangan penonton.

Ari Lasso yang jadi tamu konser Gigi bawakan lagu yang cukup emosional, Andai, dari awal sampai akhir diiringi koor penonton yang banyak di hadiri oleh GigiKita (sebutan penggemar Gigi) di area festival dan tribun, kursi VIP banyak penonton dari kalangan yang sudah berkeluarga.

Sebuah gimmick dipertontonkan Gigi dengan solo drum Hendi yang perangkat drum-nya di tempatkan ditengah kerumunan penonton VIP. Hendi menunjukkan kepiawaiannya seorang drummer handal dengan pukulan-pukulan yang cepat dan keras, untuk menyeimbangkan iringan musik metal yang membahana.

Tanpa jeda, disambut DJ Riri memainkan turntable-nya ngejam bareng Thomas lalu disematkan vokal Iwa K yang khas dengan lagu rap-nya, tak lama Audy keluar dari belakang panggung melantunkan Kepastian yang Kutunggu. Tugas Audy adalah menggantikan Agnes Monica yang urung tampil karena sakit.

Kejutan selanjutnya di atas panggung, mantan personel Gigi seperti; Baron, Opet, Budi dan Ronald hadir sesuai yang dijanjikan Gigi saat jumpa pers-nya. Mereka memainkan lagu Janji dan Nirwana secara akustik, momen ini cukup membuat haru penonton juga personel Gigi, Armand tak sanggup menahan tangisnya, karena memang orang-orang tersebut jadi bagian sejarah perjalanan Gigi yang kini jadi salah satu band terbaik di Indonesia.

“Gue bangga sama musisi-musisi ini, karena lagu mereka ini gak pernah nyontek,” celetuk Baron usai membawakan lagu.

Gigi menggebrak lagu Jomblo dengan iringan orkestra dari konduktor Erwin Gutawa, juga dihibur dengan jamming Dewa Budjana dan Tohpati memainkan melodi gitar yang cepat.

Diluar skenario, Erwin Gutawa ditodong Armand memainkan bass dan menyempatkan ngejam bareng Thomas dengan akrobatik petikan bass mereka. Sudah lama sekali kita tak menyaksikan Erwin memainkan bass sejak dirinya bergabung dengan Karimata Band tahun 80an.

Lalu Gigi yang kini diperkuat oleh Armand (vokal), Thomas (bass), Dewa Budjana (gitar) dan Hendi (drum) menutup konser dengan sempurna dengan salah satu maha karya mereka, Kuingin, yang mengisi album perdana Gigi bertajuk Angan. Tentu saja penonton tak menyia-nyiakan untuk nyanyi bareng Armand.

Tak hanya masyarakat biasa yang berbondong-bondong ingin menyaksikan Gigi dengan segudang lagu-lagunya yang tak habis dimakan waktu. Banyak musisi Indonesia seperti Geisha, Nidji, Samsons, Kotak, The Titan, dan masih banyak lagi, mereka ingin jadi saksi sejarah Gigi konser di usia yang tak muda bagi ukuran umur band yang genap berumur 17 tahun, sampai kini mereka bisa tetap solid dan berkarya terus.

Gigi konser membawakan 40 lagu yang memakan durasi waktu hingga 3,5 jam lamanya. Dengan layout panggung cukup besar untuk di Istora Senayan yang mirip dengan lambang perdamaian dan dibombardir dengan lighting yang memikat membuat konser Gigi kali ini sulit untuk dilupakan.












(tre)

Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita celebrity lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement