Cita-Cita Terakhir Franky Sahilatua

Kamis, 21 April 2011 - 14:16 wib | Iman Herdiana - Okezone

Franky Sahilatua (Foto:Tomi Tresnady/okezone)

Cita-Cita Terakhir Franky Sahilatua
BANDUNG - Kelompok Pengamen Jalanan (KPJ) Bandung turut berduka atas meninggalnya penyanyi balada legendaris Franky Sahilatua. Semasa hidup, Franky merupakan sosok musisi yang amat dekat dengan KPJ.

Ketua KPJ Bandung Yayan Haryanto mengatakan, Franky bisa dikatakan sebagai senior KPJ Indonesia. Almarhum turut membesarkan KPJ bersama anggota KPJ lainnya seperti Iwan Fals, Tukul Arwana, almarhum Mbah Surip, dan Ucok Baba.

"Mereka sering nongkrong bareng di tempat KPJ Pusat biasa nongkrong, di Bulungan, Blok M, Jakarta," tutur Yayan yang ditemani pengurus KPJ Bandung Yudha DH Primal, saat berbincang dengan okezone di Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/4/2011).

KPJ Bandung menganggap meninggalnya pelantun Lelaki dan Rembulan merupakan kehilangan besar bagi industri musik Tanah Air. "Hubungan Franky dengan seniman Bandung amat dekat," paparnya.

Terakhir kali Franky ke Bandung, kenang Yayan, ketika KPJ Bandung menggelar konser peduli lingkungan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sekira 1997. Waktu itu, Yayan tampil sepanggung dengan Franky bersama Ketua KPJ Pusat Anto Baret, dan musisi Abah Iwan Abdurachman.

"Franky musisi yang sangat baik, someah (ramah). Apa boleh buat, sekarang beliau pergi. Tapi karyanya hidup terus," kata Yayan.

Dia berharap, pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Franky. Mengingat lagu-lagunya yang sarat makna dan penuh kritik sosial yang membangun. Misalnya lagu Perahu Retak. "Dia legendaris. Lagunya bersifat abadi, enggak kayak band sekarang," ujarnya.

Yudha DH Primal menambahkan, ada satu cita-cita Franky yang hingga ajal menjemput belum terlaksana. "Almarhum pernah bercita-cita ingin menggelar festival musik jalanan se-Indonesia, cuma tak terlaksana," tutur Yudha.

Sepeninggal musisi asal Surabaya itu, sangat sulit mencari penerus yang konsisten dengan kritik sosial seperti pada lagu Di Bawah Bendera. Franky tak cuma kritis mengkritik kondisi sosial, juga romantis seperti lagu Kemesraan yang diciptakannya bersama Iwan Fals.

"Penerus di KPJ memang dari segi vokal banyak yang punya suara mirip Franky. Tetapi Franky adalah Franky yang legendaris," tandasnya. (ang)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    AMI 2015 Diprediksi Jauh Lebih Kreatif