JAKARTA - Reaksi keras Front Pembela Islam (FPI) terhadap kedatangan Miyabi ke Jakarta berimbas terhadap produksi film Maxima Pictures. Rumah produksi tersebut mengalami kerugian.
"Kalau ditanya rugi apa tidak, pastinya sangat rugi karena kita kan sudah kontrak empat film sama Miyabi," ungkap produser Maxima Pictures Ody Mulya Hidayat saat ditemui di kantornya, di kawasan Mangga Dua, Jakarta Barat, Rabu (1/12/2010).
Biar tidak mengalami kerugian untuk kedua kali, pihaknya akan berkonsultasi dengan FPI perihal film Miyabi selanjutnya.
"Mungkin untuk dua film selanjutnya akan kita siasati, maunya FPI itu seperti apa? Yang pasti, kita juga akan berkonsultasi dengan FPI, maunya filmnya seperti apa," ujarnya.
Awalnya, Maxima tidak menyangka kedatangan FPI ke kantornya adalah untuk melakukan demonstrasi menolak kedatangan Miyabi ke Jakarta.
"Kirain cuma isu saja. Seharusnya film ini enggak ada masalah. Kalau film ini timbul kontroversi, lantas apakah film ini bermasalah," katanya.
Maxima memasang Miyabi sebagai bintang utama di dua film produksinya, Menculik Miyabi dan Hantu Tanah Kusir. Penampilan Miyabi hanya sebagai pemanis, di mana aktingnya sebagian besar hanya adegan buka pakai baju.
(ang)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri