JAKARTA - Riset yang dilakukan pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnaen sebelum memproduksi film Serdadu Kumbang, membuat orang Sumbawa mencap mereka seniman gila.
“Kami banyak ngobrol dengan teman, terus ada masukan kalau Sumbawa itu menarik. Kami pun cari informasi di internet, akhirnya kami pergi ke Sumbawa,” ungkap Ale saat jumpa pers tentang film Serdadu Kumbang di Cafe Rolling Stones, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2010).
Keduanya pun melakukan survei lokasi, mencari tempat yang unik, untuk dijadikan lokasi syuting. Sampai di Sumbawa, Ale dan Nia menghabiskan waktu dengan duduk dari pagi sampai sore, melihat matahari terbit dan tenggelam.
“Orang Sumbawa sampai bilang, kalian seniman gila,” seloroh Ale.
Nia menambahkan, sebelum proses syuting mereka kerap bolak-balik Jakarta-Sumbawa. Mereka sengaja mendekatkan diri kepada penduduk dan anak-anak Sumbawa.
“Kemudian tiga pemain, Ame, Umbe, dan Acan, dari Sumbawa kami bawa ke Jakarta, untuk tes kamera, dan big reading. Mereka beradaptasi dengan senior yang lain,” imbuhnya.
Nia dan Ale termasuk pembuat film yang berani melawan arus market. Sebagai produser, mereka punya hitungan sendiri.
“Kami berani membuat film yang berbeda, dari tren yang ada itu. Karena kami punya tanggung jawab terhadap penonton, yang membutuhkan usaha dan waktu yang lama,” paparnya.
Dikatakan Nia, mereka tidak berdiri sendiri. Ada sebagian penonton yang fanatik dengan mereka, sehingga selalu menanti kapan Alenia akan memproduksi film, yang biasa dirilis pada liburan sekolah.
“Kami ingin memberikan yang terbaik dan baru, dengan cerita yang menarik dari yang ada,” pungkasnya.
(nov)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri