JAKARTA - Musik rock sempat ‘merem-merem ayam’ - istilah yang digunakan Ian Antono saat duet gitar bersama Ega 'Blackout' di hardrock cafe - di Indonesia.
Namun saat ini, /rif menyambut baik rock kembali ditayangkan di layar kaca Indonesia. Selera masyarakat Indonesia sekarang lebih cenderung menikmati musik beraliran pop dan pop melayu.
Memang musik pop juga pop melayu seperti virus yang menjangkiti masyarakat Indonesia, sampai pelosok desa. Bahkan musik khas Indonesia yakni dangdut pun tersisih dibuatnya.
Selain changcuters yang masih bertahan, kini muncul Zigaz yang mampu masuk chart di acara-acara musik, disusul kembalinya dedengkot rock asal bandung /rif. Mereka sudah kembali menebar virus rock lewat abum baru bertajuk 'Album 7'.
Andi mengaku senang dengan perkembangan musik saat ini yang menurutnya lebih dinamis, ini di lihat dari acara tivi yang sudah 'getol' menayangkan musik rock.
"Senang sih saya lihat TV-TV sudah mulai berwarna. Dulu memang ngepop terus, tapi sekarang sudah bisa menerima (musik rock)," tutur Ayah dua anak ini, saat ditemui di RCTI, Jalan Kebon Jeruk, Jakarta barat, Kamis (2/9/2010).
/rif (rhythm in freedom) diibaratkan oleh Maggi seperti pelukis Affandi yang akan bermusik terus sampai akhir, hingga tak akan pernah merasa ada diposisi puncak.
"Kita enggak pernah merasakan (berada di puncak), karena besok selalu ada pekerjaan baru, kita semua suka musik dan itu akan kita lakukan terus," tutup Jikun.(tre)
(nov)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri