JAKARTA - Pong Harjatmo naik ke atap gedung kura-kura DPR, Jumat, 30 Juli. Menurut Ray Sahetapy, yang dilakukan Pong itu merupakan bentuk happening art.
"Karena dia aktor, orangnya Sensitif. Kalau Pong melakukan itu, dilihat secara positif. Itu masuk dalam Konsep teater happening art," tutur Ray yang ditemui di Jalan Margasatwa, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (2/8/2010).
Ray membela Pong. Menurut dia, tindakan aktor senior itu merupakan hal yang positif. "Jiwa yang baik itu karena dia sensitif. Kalau mereka (anggota DPR) sudah enggak sensitif. Pong itu orang yang sangat sensitif. Ketika kebanaran sulit dicapai atau disandiwarakan dalam tv, maka dia kaget dan dia panjat dan tulis di DPR," jelasnya.
Mantan suami Dewi Yull ini menyesali kecaman yang datang kepada Pong. Dia lalu membandingkan dengan aktivis mahasiswa naik ke atap gedung DPR saat peristiwa Reformasi Mei 1998.
"Saya pro peristiwa yang jadi perhatian kita. Dulu waktu demo, terus masyarakat naik ke atap DPR enggak dibilang tidak sopan. Tapi kenapa Pong dibilang enggak sopan? Kenapa?" ketusnya.
(ang)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri