JAKARTA - Tyas Mirasih harus berlatih ekstra keras untuk tampil total sebagai Tari di film Ratu Kostmopolitan. Kekasih Tria Changcuters ini menghabiskan masa satu bulan untuk berlatih beladiri dan logat Manado.
“Di film ini kan aku jadi anak rantau dari Manado. Jadi ngomong dengan logat manado. Kebetulan aku ada keturunan Manado, tapi enggak bisa ngomong Manado,” urai Tyas ditemui di FX Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2010) malam.
Dibandingkan Luna Maya dan Imey, hanya dia yang kesulitan mempelajari logat bicara orang Manado. Luna yang memang orang Bali tak menemui kesulitan berperan sebagai mahasiswa asal Bali, begitu juga Imey yang memang asli orang Jawa.
“Di film ini kan ada fightingnya juga. Gue juga sengaja beli DVD aerobik. Ada 10 DVD aerobik gue tonton. Terus nonton dari DVD itu sambil latihan, tapi di film ini aerobiknya asal-asalan saja,” papar Tyas.
Adegan terberat Tyas saat syuting adalah saat mendorong brankas. Dia harus rela tubuhnya penuh memar. Tak hanya itu, bahkan otot-ototnya sampai keluar.
“Terus gue diikat dalam mulut ditutup. Itu syutingnya sampai jam 6 pagi. Untungnya take-nya cepat, sambil menahan rasa kantuk,” curhat Tyas.
Memar ditubuhnya pun disebabkan Tyas sering kurang kontrol. Misalnya salah tendang.
“Biar ada fightingnya, tapi enggak sampai cedera parah. Meski sudah disiapkan tim medis. Kalau habis mukul lawan main, gue suka ketakutan sendiri dan teriak-teriak sendiri karena khawatir,” urainya.
Tyas mencari referensi dengan menonton film Merantau. “Tapi pas lihat ke adegan kemarin, aku jadi merasa kurang banget actionnya,” pungkasnya.
(nov)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri