Annisa Bahar Harus Ambil Peran Besarkan Juwita
Sabtu, 13 Maret 2010 - 15:40 wib
Tuty Ocktaviany - Okezone
Annisa Bahar (Foto:Tomi Tresnady/okezone)
JAKARTA – Masalah yang menimpa penyanyi dangdut remaja, Juwita Sanjaya memang tak lepas dari pola pengasuhan orangtuanya. Sekalipun sudah bercerai, Annisa Bahar tetap harus mengambil peran yang sama dengan mantan suaminya, Memo Sanjaya dalam membesarkan Juwita.
Menurut psikolog dari Universitas Tarumanegara Jakarta, Henny E Wirawan, pasangan yang sudah bercerai sebaiknya tetap berkomitmen membesarkan anak-anaknya, karena bagaimanapun mereka butuh dukungan dan perhatian penuh dari ayah dan ibunya.
”Dalam kasus yang menimpa Juwita, tentu saja tidak lepas dari pola pengasuhan orangtuanya selama ini. Idealnya, orangtua (Memo Sanjaya dan Annisa Bahar) tetap mengambil peran sama membesarkan buah hatinya, meskipun hubungannya sudah tidak sebagai suami istri lagi,” tutur Henny yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Sabtu (13/3/2010).
Henny menjelaskan, pola asuh yang dilakukan seorang diri, dalam hal ini ayah, tentu saja mempunyai sisi kekurangan. Di mana seorang ayah mempunyai keterbatasan dalam memahami setiap permasalahan anak perempuan yang sedang tumbuh dewasa.
”Keterbatasan inilah yang membuat anak kurang nyaman bisa berbagi cerita pada sang ayah, sehingga peran ibu sangat dibutuhkan. Ibu akan lebih memahami masalah anak, karena pernah mengalami masa remaja,” jelasnya.
Selain komitmen yang harus dibangun bersama antara Annisa Bahar dan Memo, tentu saja Juwita harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai usianya. Karena Henny menilai, Juwita sedang berproses menjadi perempuan dewasa.
”Orangtua harus demokratis dan jangan mengedepankan fisik ketika anak salah atau melakukan sesuatu yang tidak diinginkan orangtua. Segala masalah bisa diatasi bila ada komunikasi yang baik antara anak dan orangtua,” tukasnya.
(tty)
Menurut psikolog dari Universitas Tarumanegara Jakarta, Henny E Wirawan, pasangan yang sudah bercerai sebaiknya tetap berkomitmen membesarkan anak-anaknya, karena bagaimanapun mereka butuh dukungan dan perhatian penuh dari ayah dan ibunya.
”Dalam kasus yang menimpa Juwita, tentu saja tidak lepas dari pola pengasuhan orangtuanya selama ini. Idealnya, orangtua (Memo Sanjaya dan Annisa Bahar) tetap mengambil peran sama membesarkan buah hatinya, meskipun hubungannya sudah tidak sebagai suami istri lagi,” tutur Henny yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Sabtu (13/3/2010).
Henny menjelaskan, pola asuh yang dilakukan seorang diri, dalam hal ini ayah, tentu saja mempunyai sisi kekurangan. Di mana seorang ayah mempunyai keterbatasan dalam memahami setiap permasalahan anak perempuan yang sedang tumbuh dewasa.
”Keterbatasan inilah yang membuat anak kurang nyaman bisa berbagi cerita pada sang ayah, sehingga peran ibu sangat dibutuhkan. Ibu akan lebih memahami masalah anak, karena pernah mengalami masa remaja,” jelasnya.
Selain komitmen yang harus dibangun bersama antara Annisa Bahar dan Memo, tentu saja Juwita harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai usianya. Karena Henny menilai, Juwita sedang berproses menjadi perempuan dewasa.
”Orangtua harus demokratis dan jangan mengedepankan fisik ketika anak salah atau melakukan sesuatu yang tidak diinginkan orangtua. Segala masalah bisa diatasi bila ada komunikasi yang baik antara anak dan orangtua,” tukasnya.
Berita Terkait:
Annisa Bahar
- Anak Kedua Annisa Bahar Sama Tanggal Lahir dengan Suami
- Juwita Bahar Tak Tega Lihat Ibunya Ditipu hingga Miliaran
- Ditipu, Annisa Bahar Dimarahi Suami
- Tertipu, Annisa Bahar Tak Kapok Berbisnis
- Ditipu Rp1,5 M, Annisa Bahar Ingin Berdamai
- Annisa Bahar Stres Ditipu Rp1,5 M
- Almarhumah Istri Saipul Jamil Perempuan Salehah
- Jadi Tersangka Saat Hamil, Annisa Bahar Stres
- Hamil Muda, Annisa Bahar Tersangka Penganiayaan
- Bisnis, Annisa Bahar Rugi Rp400 Juta