Marshanda Sangkal Jual Hotel Keluarga karena Utang
Rabu, 27 Januari 2010 - 09:28 wib
Johan Sompotan - Okezone
JAKARTA - Ibunda Marshanda, Riyanti Sofyan, dikabarkan menjual hotel milik keluarga senilai Rp44,47 miliar demi melunasi utang. Gerah dengan pemberitaan simpang siur, Marshanda akhirnya mengeluarkan bantahan.
Kabar yang beredar menyebutkan, Riyanti telah menjual aset Sofyan Hotel Cikini senilai Rp 44,47 miliar. Dananya akan digunakan untuk melunasi utang ke PT BNI Syariah senilai Rp 15 miliar dan merenovasi hotel perseroan lainnya senilai Rp 19 miliar.
"Saya ingin mengklarifikasi dua hal. Pertama, saya adalah bukan calon pewaris tunggal. Ada tujuh calon pewaris. Kedua, penjualan Hotel Sofyan bukan karena utang dan mama saya, Riyanti Sofyan, tidak punya utang di mana-mana," jelas Marshanda, ditemui di Hotel Sofyan Betawi, Jalan Cut Meutia, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2010).
Riyanto Sofyan, kakak ibunda Marshanda sekaligus Komisaris Utama (pemegang saham pengendali) PT Sofyan Hotels Tbk, mengatakan bahwa kinerja jaringan Hotel Sofyan cukup baik. Dan penjualan hotel dilakukan bukan karena rugi atau utang.
"Ini kesempatan yang sangat baik untuk menjual hotel dalam rangka pengembangan hotel. Tanah seluas 1,4 hektare di belakang akan digunakan untuk jalan. Lagipula, kondisi hotel sudah cukup tua, sudah 25 tahun. Kalau diteruskan, hotel ini tidak bisa bersaing," beber Riyanto.
Nilai dari hotel itu sekira Rp45 miliar dibeli oleh PT Cempaka Wenang Jaya. Penjajakannya sudah dilakukan sejak lima tahun lalu. Pada Kamis, 21 Januari, dalam Rapat Umum Pemegang Saham menjual Sofyan Hotel Cikini dan menyerahkan kepada manajemen serta direksi soal jual-beli dan penutupan hotel.
"Karyawan Sofyan Hotel Cikini ditawarkan ke hotel existing (Tebet dan Betawi) dan yang pensiun sukarela. Jadi sama-sama senang," imbuh Riyanto.
PT Sofyan Hotels TBK berdiri sejak tahun 1969, bergerak di bidang properti. Hotel menyusul dan pada 1989 sudah go public, terus berkembang hingga 1992 dan dikembangkan lagi ke gedung perkantoran, rumah tinggal, residence, hingga sekolah.
Total aset hingga sekarang Rp110 miliar di luar aset holding company. Riyanto dan Riyanti merupakan generasi kedua penerus hotel. Mereka menegakkan sistem syariah sejak 1992. Pada 1998 night club dan disko dangdut di Tebet ditutup. Kemudian sejak 2002 menyeleksi tamu yang menginap harus suami-istri.(ang)
- Ben Kasyafani Senang Rumah Tangganya Sering Berkonflik
- Ben & Marshanda Siap Mental Jadi Ortu
- Syuting Bareng, Marshanda-Ben Makin Mesra
- Marshanda-Ben Siapkan Nama Anak
- Kebanyakan Belajar, Marshanda Stres
- Marshanda Bersyukur Nikah Muda
- Dipaksa Nikah, Marshanda Gila
- Marshanda Percepat Kuliah Demi Punya Anak
- Ben & Marshanda Target Anak 3 Tahun Lagi
- Ritual Ben dan Marshanda Setelah Menikah