"Buat Film Sejarah Butuh Pemodal Besar"
Jum'at, 22 Januari 2010 - 15:55 wib
Elang Riki Yanuar - Okezone
JAKARTA - Pembuatan film berlatar belakang sejarah membutuhkan dana besar. Tak hanya itu, bahkan pemerintah juga harus menjadi partner kerja.
Sutradara Hanung Bramantyo dihadapkan masalah setelah film Asmaul Husna yang digawanginya harus berurusan dengan hukum lantaran tersandung dana yang didapatnya dari Li Han. Li Han kini terjerat kasus penggelapan dana nasabah bank ilegal yang dia himpun sebanyak Rp917 miliar.
Kasus tersebut berawal dari keinginan Opick membuat film berjudul Sunan Kalijaga. Karena biaya pembuatan film itu besar, Opick mengubah judul film menjadi Asmaul Husna.
Opick lalu mendirikan perusahaan PT Alhamdulillah. Dia bertindak sebagai direktur dan Li Han komisaris sekaligus investor. Dana yang diberikan pertama kali untuk membuat skenario film Sunan Kalijaga Rp150 juta. Biaya besar diperlukan untuk riset.
Film yang mengambil cerita sejarah ini juga sekaligus menjadi film dakwah. Di tengah perjalanan, riset mandek. Biaya pun membengkak hingga Rp20 miliar.
Terkait dengan hal tersebut, produser Multivision Plus (MVP) Raam Punjabi memberi contoh film Sang Pencerah. Film yang juga disutradarai oleh suami Zaskia Adya Mecca ini adalah film yang mengisahkan perjalanan hidup KH Ahmad Dahlan, sang pendiri organisasi massa Muhammadiyah.
“Saya mau pemerintah menjadi rekan kerja, seperti produksi Sang Pencerah, yang mengangkat tentang KH Ahmad Dahlan, tokoh Muhammadiyah. Itu perlu modal besar,” papar Raam Punjabi ditemui okezone, beberapa waktu lalu.
Film yang rencananya akan syuting mulai awal Februari 2010 ini akan dibintangi oleh salah satu jawara Indonesian Idol, Ihsan.
MVP sebagai produsen film ini mengakui memang butuh pendamping dari pemerintah, terutama masalah biaya. Pasalnya, penggarapan film ini harus betul-betul melakukan riset dan segala macamnya.
“Karena dibutuhkan riset dan segala macamnya, di sini dibutuhkan film finance corporation,” kata dia.
Menurut Raam, produser yang memiliki gagasan dapat bekerja sama dengan film finance corporation untuk mewujudkan gagasan film.
“Ya, kerja sama antara produser yang memiliki gagasan dengan dana miliaran, dapat melakukan kerja sama dengan film finance corporation,” jelasnya.
(nov)
- 2012, Hanung Bramantyo Garap Tiga Film Sekaligus
- Hanung Bramantyo Ketagihan Bikin Film Daerah
- Tak Dapat Izin, Hanung Tunda Sekuel 'Sang Pencerah'
- Hanung Sesali SCTV 'Tunduk' Pada FPI
- Hanung: Film '?' Tetap Tayang di SCTV
- "Hanung Takut Bertemu FPI"
- Hanung: Kasus SCTV Perjuangan Lawan Premanisme
- SCTV Batal Tayangkan Film '?'
- Film '?' Didemo FPI, Hanung Bramantyo Miris
- Bakal Diserbu FPI, SCTV Santai