Menkominfo: Infotainment Haram karena Ngerumpi
Selasa, 29 Desember 2009 - 17:37 wib
Elang Riki Yanuar - Okezone
JAKARTA- Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring mengaku menghormati keputusan ulama yang mengharamkan infotainment. Dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dia mengetahui bahwa infotainment haram karena sering ngerumpi.
“Saya kemarin tanya kepada kepada Pak Amidan, apanya yang diharamkan? Katanya gibah-nya. Janganlah menghakimi dan merumpi, bicara keburukan orang,” terangnya di sela jumpa pers di Depkominfo, Jakarta, Selasa (29/12/2009).
Menanggapi pernyataan haram tersebut, sebagai menteri, Tifatul menghormati keputusan tersebut.”Saya menghormatinya. Mereka lah para ulama,” katanya.
Namun untuk lebih detilnya, Tifatul mengaku tidak mengetahui secara persis. Dia mempersilakan wartawan bertanya langsung kepada para ulama tersebut.
Sebelumnya, PBNU mengeluarkan imbauan agar infotainment dihentikan karena lebih banyak melakukan gibah. Di dalam Islam, gibah adalah hal yang diharamkan.
Namun, pendiri infotainment di Indonesia Ilham Bintang bertanya infotainment mana yang dianggap gibah. Karena menurutnya, tidak semua infotainment melakukan gibah. Pada prinsipnya dia sepakat bahwa gibah tidak boleh dilakukan. Karena itu juga melanggar kode etik pers.
Karenanya, dia bertanya infotainment mana yang telah melakukan gibah. Jika memang ada, maka sebagai Sekjen Dewan Kehormatan PWI, dia mengaku siap memanggil dan memperingati infotainment tersebut.(uky)
- Zian Zigas Sayangkan Fatwa Haram Infotainment
- "Infotainment Dibumbui Opini, Itu Bukan Kerja Pers"
- "Infotainment Itu Kadang Memperkeruh Suasana"
- Maia: Infotainment Jangan Lebay & Fitnah
- Uthe Gak Setuju Infotainment Diharamkan
- Umbar Aib Orang, Silakan Keluar dari Komunitas Pers
- Dewi Persik: Selebriti Interospeksi, Infotainment Jaga Kode Etik
- PWI Sambut Baik Fatwa MUI Haramkan Infotainment
- Anji 'Drive': Infotainment Perlu Benahi Narasi
- MUI Minta Infotainment Ditutup
-
putra » 0 Tanggapan
Namun, pendiri infotainment di Indonesia Ilham Bintang bertanya infotainment mana yang dianggap gibah. Karena menurutnya, tidak semua infotainment melakukan gibah. Pada prinsipnya dia sepakat bahwa gibah tidak boleh dilakukan. Karena itu juga melanggar kode etik pers. Karenanya, dia bertanya infotainment mana yang telah melakukan gibah. Jika memang ada, maka sebagai Sekjen Dewan Kehormatan PWI, dia mengaku siap memanggil dan memperingati infotainment tersebut. (uky) Pa komentator.. apakah infotainment sudah bersih dari ghibah????
Beri Tanggapan Laporkan
-
lupus » 0 Tanggapan
saya sangat setuju dg fatwa haram ghibah dlm infotainment karena selain sesuai dg ajaran syariat jga hal itu tdklah mndidik.. sepertinya saudara Ilham Bintang tidak pernah menonton infotainment,, dan anda jga lum mengerti apa itu ghibah?? silahkan saudara brtanya langsung ke MUI,,
Beri Tanggapan Laporkan
-
elvira » 0 Tanggapan
memang ada infotainment yg menurut saya isinya kebanyakan ghibah, terlalu banyak membuka aib orang blum lagi komentar para presenternya yg sering menggiring opini publik dan mengolok-olok artis yg diberitakan, pdhl komentar mrk keluar dari substansi berita yg disampaikan. klo sy boleh menunjuk infotainment yg sering dibawakan oleh artis sinetron Cut Tari adalah salah satu yg terburuk. Menkominfo dn KPI harus bertindak atas perilaku presentr infotainment ini yg sering bermulut pedas saat mngomntari artis, ini adlh contoh buruk bg pemirsa tv yg tdk semuanya orang dewasa.
Beri Tanggapan Laporkan
-
pemirsa » 0 Tanggapan
Dulu gak ada infoitainmet tapi artis2 gak mati. Sekarang hampir semua tv menayangkan infotainment dengan durasi waktu yang panjang lebih panjang dari acara2 yang mendidik. Yang aneh, kadang2 yang ditayangkan bukan hanya artisnya sendiri, tapi cerita orangtuanya, mertuanya, pembantunya, seolah-olah mereka itu penting.
Beri Tanggapan Laporkan