Serigala Terakhir, Pemeran Utama Tak Selalu Jawara

Elang Riki Yanuar | Kamis, 5 November 2009 - 11:08 wib
Poster film Serigala Terakhir

Poster film Serigala Terakhir

SERIGALA Terakhir bercerita tentang persahabatan yang tumbuh antara Ale (Fathir Muchtar), Jarot (Vino G Bastian), Lukman (Dion Wiyoko), Jago (Dallas Pratama) dan Sadat (Ali Syakieb).

Tinggal di daerah marjinal yang kumuh membuat hidup mereka tak seperti kehidupan remaja kota besar. Hampir seluruh hidup mereka habiskan untuk berbuat onar, berkelahi dengan siapapun orang yang tidak mereka sukai hingga memeras pedagang.

Berbekal jiwa kepemimpinan yang lebih di antara temannya membuat Ale menjadi ketua dalam kelompok ini. Ale tinggal bersama Ibunya (Ully Arta) beserta dua orang adiknya bernama Aisyah (Fanny Fabriana) dan Bara (Agung Surya Putra).

Di tempat mereka tinggal, ada seorang remaja bisu yang selalu menemani neneknya berdagang di pasar. Pria bisu itu bernama Fathir (Reza Pahlevi). Sejak kecil, Fathir selalu menjadi bahan ejekan orang-orang termasuk kelompok Ale, kecuali Jarot yang kerap kali berempati di belakang teman-temannya.

Fathir sebenarnya ingin bergabung bersama kelompok Ale. Namun karena cacat yang dimilikinya membuat orang memandang sebelah mata. Apalagi, Ale sepertinya tidak butuh tambahan anggota.

Perkelahian demi perkelahian tetap mereka menangkan, meski harus dengan tetesan darah. Sampai suatu hari, mereka terlibat perkelahian sengit dengan kelompok lain. Ale yang terdesak dengan tusukan pisau lawannya berhasil diselamatkan oleh Jarot yang memukul kepala musuh dengan batu besar hingga tewas.

Akibat perbuatannya itu Jarot ditangkap polisi. Hal ini membuat empat sahabat mereka, termasuk Fathir terpukul. Belum lagi dengan orang tua Jarot dan adik Jarot bernama Yani (Zaneta Georgina).

Live must go on. Ale dan kelompoknya terus berjalan meski tanpa Jarot. Mereka mulai mendapat gangguan dari kelompok Naga Hitam, sebuah kelompok mafia yang bergerak di bisnis narkoba. Merasa kalah dalam jumlah anggota dengan Naga Hitam, Ale memutuskan untuk menjaga kampung mereka dari bisnis narkoba.

Ale sebenarnya sangat butuh orang yang memiliki kemampuan setara dengan Jarot. Tiba-tiba Fathir mengajukan diri untuk bergabung melawan Naga Hitam. Lagi-lagi Fathir hanya jadi bahan ejekan. Saat pulang ke rumah, Fathir mendapati neneknya meninggal dunia. Fathir begitu terpukul dan diapun memutuskan pergi.

Di dalam penjara, Jarot harus berjibaku melawan tahanan lainnya. Dipukuli oleh teman sekamar hingga disodomi oleh kepala kamar. Tapi Jarot segera membalikan keadaan dengan membalas orang yang dulu menyakitinya di dalam tahanan. Jarot berubah menjadi tahanan yang ditakuti.

Jarot akhirnya bebas dari penjara tanpa ada satupun orang yang menjenguknya di dalam sel. Ketika pertama kali menghirup udara bebas, betapa terkejutnya Jarot dengan orang yang menjemputnya. Orang itu adalah Fathir yang ternyata bergabung dengan kelompok Naga Hitam.

Fathir mengajak Jarot bertemu bos besar Naga Hitam (George Rudy). Jarot setuju bergabung dengan Naga Hitam. Bersama Fathir, Jarot menjadi satu tim mengawal bisnis narkoba Naga Hitam.

Dari sinilah konflik sesungguhnya dimulai. Jarot dan Fathir harus berhadapan dengan sahabat kecil mereka yaitu kelompok Ale. Belum lagi ditambah Jarot yang jatuh cinta adik Ale, Aisyah.

Fathir berubah menjadi sosok yang dingin dan keras. Di balik sifat pendiamnya dulu, ternyata dia memiliki jiwa psikopat dan naluri pembunuh berdarah dingin. Tak mau peduli pernah berteman sejak kecil, Fathir membunuh Jago, Lukman dan Sadat. Bahkan Fathir pula yang membunuh Aisyah karena dianggap penghalang bagi Jarot.

Ale mengira Jarotlah yang membunuh adiknya. Dengan tekanan yang luar biasa, Ale berjanji akan membunuh Jarot, sahabat yang pernah menyelamatkan nyawanya dulu.

Melihat perseteruan yang tak kunjung usai, membuat Jarot tak sanggup lagi berjibaku dengan konflik. Apalagi konflik ini sudah mengorbankan orang yang disayanginya. Jarot akhirnya mengajak Ale bertemu untuk mengibarkan bendera putih.

Ale terlanjur dendam terhadap Jarot. Kedua sahabat ini berkelahi hebat. Ale tertembak dengan pistol miliknya sendiri. Di ujung hidupnya, kedua sahabat ini saling berpeluk erat sambil meminta maaf. Tapi nyawa Ale tak terselamatkan dan tiba-tiba, Duar!! Jarot mendapat tembakan bertubi-tubi hingga akhirnya ikut tewas di samping jasad Ale.

Siapakah yang menghujani Jarot dengan tembakan? Anda pasti dibuat tercengang. Tak ingin digelitik penasaran? Datang saja ke bioskop dan saksikan film yang mulai diputar 5 November 2009 ini.

Film garapan Upi Avianto ini berdurasi sangat panjang, 135 menit. Dari jalan ceritanya kita tahu bahwa genre film ini adalah drama action. Perlahan tapi pasti film action memang sedang merangkak naik untuk bersanding dengan genre film lainnya.

Konflik demi konflik dibuat begitu menegangkan dan mengharukan. Meski berdurasi panjang, penonton tidak bosan dengan jalinan cerita dalam film ini. Film ini mengocok emosi ditambah ceritanya yang mengharukan.

Seperti kebanyakan film action yang banyak menggunakan efek audio visual, film ini juga menggunakan efek audio visual yang ikut mendukung adegan perkelahian atau ledakan. Kelemahannya, efek visual kadang terlihat kurang maksimal, khususnya setiap kali adegan kebakaran.

Akting para pemain di film ini juga patut diacungi jempol. Mereka berhasil membuat penonton ikut larut dalam konflik.
Upi sang sutradara yang juga menjadi penulis sangat cerdas mengembangkan karakter tokoh di film ini. Buktinya adalah karakter Fathir yang sempat hilang sejenak, tapi dimunculkan kembali justru dengan karakter yang berbeda 180 derajat.

Film yang menghabiskan dana hampir Rp10 milliar ini juga berpotensi memiliki sekuel. Karena nasib kelompok Naga Hitam dan Fathir belum jelas. Di akhir cerita digambarkan Bara yang masih berusia belasan tahun dengan wajah dendam membawa pistol peninggalan Ale.

Upi tampak ingin mengubah tradisi akhir cerita klise di mana pemeran utama selalu tampil sebagai sang juara layaknya sinetron dan film-film kebanyakan.

Wanita yang di kehidupan nyata berpacaran dengan Vino G Bastian ini sengaja membuat film berakhir dengan cerita tidak bahagia. Atau mungkin Upi ingin menyampaikan pesan kepada penonton bahwa kebenaran tidak mutlak selalu menang.

Sutradara:
Upi Avianto

Pemain:
Fathir Muchtar
Vino G Bastian
Dion Wiyoko
Dallas Pratama
Ali Syakieb
Reza Pahlevi
Fanny Fabriana
Agung Surya Putra
Zaneta Georgina

Produksi:
Investasi Film Indonesia. (ang)
BERITA LAINNYA
  • Review Film
    Seputih Cinta Melati Temani Libur Lebaran Seputih Cinta Melati Temani Libur Lebaran
    Seputih Cinta Melati Temani Libur Lebaran

    Libur lebaran kali ini akan terasa spesial dengan hadirnya film anak dan keluarga berjudul Seputih Cinta Melati garapan Alenia Pictures. Film religi ini sudah mulai beradar sejak 24 Juli 2014 lalu di seluruh bioskop Tanah Air.

  • Review Film
    Kisah Cinta Sejati si Putri Tidur dalam Maleficent Kisah Cinta Sejati si Putri Tidur dalam Maleficent
    Kisah Cinta Sejati si Putri Tidur dalam Maleficent

    Di balik dongeng Sleeping Beauty (Putri Tidur), ternyata ada sosok Maleficent. Si ratu nan jahat ini menjadi kisah cinta sejati Putri Tidur.

  • Review Film
    Mencegah Manusia Tak Punah dalam Philosophers Mencegah Manusia Tak Punah dalam Philosophers
    Mencegah Manusia Tak Punah dalam Philosophers

    Berlatar belakang keindahan alam Indonesia, The Philosophers film yang bercerita tentang seorang guru filsafat yang mengajar di sebuah sekolah internasional di Jakarta.

  • Review Film
    Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Drama Cinta Penuh Pesan Religi Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Drama Cinta Penuh Pesan Religi
    Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Drama Cinta Penuh Pesan Religi

    Ketika Tuhan Jatuh Cinta, film drama karya Studio Sembilan dan Leica Production ini menyelipkan nilai-nilai religi dalam setiap pesan yang disampaikan.

  • Review Film
    After School Horror, 99 Persen Horor After School Horror, 99 Persen Horor
    After School Horror, 99 Persen Horor

    Di tengah genre action yang sedang booming, rumah produksi My Dream Pictures meluncurkan film bergenre horor kisah pertualangan anak SMA dalam After School Horror.

  • Review Film
    Karate Kid Berlatar Tsunami dalam Sang Pemberani Karate Kid Berlatar Tsunami dalam Sang Pemberani
    Karate Kid Berlatar Tsunami dalam Sang Pemberani

    Satu lagu film Indonesia yang siap menebar inspirasi, ialah Sang Pemberani. Film keluarga yang diangkat dari kisah nyata bocah karateka korban tsunami Aceh ini tayang perdana 22 Mei.

  • Review Film
    Merasakan Bangkitnya Kekaisaran Xerxes di 300: Rise of Empire Merasakan Bangkitnya Kekaisaran Xerxes di 300: Rise of Empire
    Merasakan Bangkitnya Kekaisaran Xerxes di 300: Rise of Empire

    300 Rise of an Empire, sekuel yang dibuat dengan plot berada dalam kejadian sama di 300 (2006), rasanya tidak salah merajai box office Amerika Serikat, pekan ini.

  • Review Film
    Perjalanan Mencari Jejak Islam di Tanah Eropa Perjalanan Mencari Jejak Islam di Tanah Eropa
    Perjalanan Mencari Jejak Islam di Tanah Eropa

    Hanum Salsabiela Rais (Acha Septriasa) dan Rangga Almahendra (Abimana Aryasatya) merupakan seorang suami istri yang tinggal di Vienna, Austria. Hanum meninggalkan Indonesia untuk menemani sang suami untuk kuliah di Vienna University of Economic and Business.

More Stories
Ruang Anda
SELFIE BARENG CELEB Share foto atau video bersama artis favorit kamu. Upload