Julia Roberts Syuting di Pasar, Pedagang Sepi Pembeli
Selasa, 20 Oktober 2009 - 18:07 wib
DENPASAR - Syuting film 'Eat, Pray, Love' di pasar Ubud, Bali, membuat pedagang setempat ketiban apes. Sebagian besar pedagang justru mengaku jualannya kurang laku.
Menurut para pedagang, akibat terlalu ketatnya pengamanan, banyak wisatawan batal berbelanja karena tidak leluasa masuk ke pasar. "Untungnya setiap pedagang diberi kompensasi Rp200 ribu," ujar Wayan Danta, salah satu pedagang.
Sedangkan Yudi, seorang pedagang kain mengaku senang dengan adanya syuting itu. Karena dia memiliki kesempatan berada dalam satu adegan dengan Julia Roberts. Dia bermain sebagai pedagang buah rambutan.
Dalam adegan tersebut, dia memberikan lima buah rambutan kepada Julia tanpa meminta bayaran. ?'Saya senang, ada sedikit dialog dengan Julia, jadi saya bisa kelihatan di film,'' ujarnya.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Gde Sugianyar menyayangkan tindakan arogan sejumlah aparat keamanan khusus maupun pecalang. Saat syuting di Banjar Bentuyung sebelumnya misalnya, polisi hanya diberikan wewenang berjaga di ring tiga oleh pihak pembuat film.
"Padahal, mereka (pecalang-red) hanya digaji Rp125 ribu per hari, itu pun sudah termasuk uang makan" ujarnya. (Miftachul Chusna/Koran SI/uky)
- Larry Crowne, Ketika Tom Hanks & Julia Roberts Adu Akting
- Julia Roberts Kursus Menjahit
- Kakek Ukir 82 Tato Wajah Julia Roberts
- Charlize Theron & Julia Roberts Berebut Peran Evil Queen
- Julia Roberts Dianugerahi Lifetime Achievement
- Julia Roberts Peluk Agama Hindu
- Julia Roberts Malu Adegan Bercinta
- Keponakan Julia Robert Tak Mau Pamer Payudara
- Jero Wacik Nonton Syuting Julia Roberts
- Julia Roberts Berburu Dukun Umur 70 Tahun
-
andi » 0 Tanggapan
Bayaran utk tempat syuting itu sangat murah, jangan2 ada yg menimpe, orang pasar juga dibayar murah cuma USD 20,00. Bukan soal moninalnya, tapi say merasa prihatin aja, kok murah banget? Dan lagi apa sudah minta ijin syuting di Bali? Mestinya pemda Bali atau instansi terkait tanggap, syuting film itu bayaranan mahal sekali kenapa orang kita dan tempat kita dipakai bayar cuma segitu?
Beri Tanggapan Laporkan