okefood   |   okeklasika   |   myzone   |   okezone.tv   |   dahsyat   |   photo   |   suar   |   games  
Getting Time...
line

Pasca Bom di Kuningan, T2 Trauma

Senin, 20 Juli 2009 - 09:01 wib
Elang Riki Yanuar - Okezone
okezone.com
Foto: Dok Okezone

JAKARTA - Dampak ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton serta ancaman bom di beberapa lokasi membuat jebolan Akademi Fantasi Indosiar, T2 merasa trauma.

Indonesia yang kini tengah berada dalam kondisi siaga 1, membuat duo vokal yang digawangi Tika dan Tiwi ini harus selalu waspada dan berpasrah pada Tuhan YME.

"Trauma pasti, sekarang sih biar lebih hati-hati dan menyerahkan semuanya kepada yang di Atas. Hidup dan mati kan pada yang di atas," ungkap Tika saat ditemui di acara Music  By  Request di studio PENTA, Kemanggisan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (18/7/2009).

Ledakan bom yang menggemparkan itu memang banyak menimbulkan berbagai spekulasi. Namun, hingga kini belum ada satu pun bukti menuju sebuah pencerahan. Sehingga, Tika pun menyarankan banyak pihak agar tidak saling menuding.

"Banyak yang menilai soal agama, ada juga soal politik. Tapi kan semuanya belum terbukti. Kita enggak bisa menyalahkan satu pihak saja," imbuhnya.

Bahkan, saat disinggung apakah ada keterkaitannya dengan Pilpres yang baru berlangsung, Tiwi meminta kepada para calon Presiden untuk tidak melakukannya.

"Kalau benar terjadi, itu seharusnya enggak boleh! Kita sportif aja dong. Saya enggak mau tragedi 1998, Bom Bali, dan semua teror itu terjadi lagi," harap Tiwi.

Sementara Tika mengaku kecewa atas kejadian pengemboman yang berdampak luar biasa. Menurutnya, kejadian tersebut bisa menurunkan citra Indonesia di dunia internasional.

"Saya nggak mau negara kita terkotori dengan hal-hal seperti itu. Padahal, kita sudah capek menabung untuk memperbaiki nama," ujarnya.

Tragedi bom yang kembali mencoreng nama Indonesia itu membuat Tika gemas. Apalagi, Indonesia harus kembali memulihkan nama baiknya di mata dunia.

"Padahal, kemarin aktris luar seperti Beyonce sudah banyak yang percaya dengan Indonesia. Tapi sekarang tiba-tiba terjadi lagi," pungkasnya. (ang)