BANDUNG - Penolakan bintang iklan yang juga Wagub Jabar Dede yusuf untuk membacakan nominasi FFI, ditanggapi pengamat politik di Jabar.
Menurut pengamat politik dari Universitas Parahyangan Asep Warlan Yusuf, sikap Dede itu sebagai bentuk antisipasi turunnya pamor politik.
"Ini merupakan antisipasi Dede Yusuf terhadap adanya isu mengistimewakan diri saat pelaksanaan FFI di Bandung. Jika dia sebagai Wagub dan diundang dalam kapasitasnya sebagai Wagub, maka panitia harus bisa mengerti hal itu," ujar Asep saat ditemui okezone di kampus Universitas Parahyangan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/12/2008).
Penolakan pembacaan nominasi FFI oleh Dede, sebaiknya disikapi oleh semua pihak sebagai keputusan yang harus dihormati bersama.
"Kita harus melihat posisi Dede sebagai artis yang dikenal masyarakat sudah berubah. Dede sekarang seorang pejabat. Hal itu yang harus dilihat," ungkap Asep.
Jika memang nantinya Dede didaulat membacakan nominasi FFI, maka nominasi yang dibacakan berupa penghargaan tertinggi dari ajang tersebut.
"Kalau memungkinkan jika panitia tetap mendaulatnya, maka akan ada penghargaan bagi Dede terhadap masyarakat Jabar dengan posisinya sebagai Wagub. Bukan sebagai bintang iklan," tuturnya.
(ang)
Celebrity Okezone menghadirkan berita terbaru, eksklusif, dan terpercaya seputar artis dalam dan luar negeri