Radit dan Jani, Truly Love is Blind

Lusi Catur Mahgriefie | Rabu, 23 Januari 2008 - 18:03 wib
Salah satu adegan Radit & Jani (Foto:dok.IFI)

Salah satu adegan Radit & Jani (Foto:dok.IFI)

Cinta memang buta. Tak mengenal harta, subyek, atau embel-embel di belakangnya. Namun, bagaimana jika cinta buta itu dibawa ke pernikahan? Akankah pernikahan berjalan sesuai impian indahnya cinta atau malah hancur?

Pertanyaan ini dialami oleh pasangan suami istri Raditya (Vino G Bastian) dan Anjani (Fahrani). Radit dan Jani menikah tanpa restu orangtua Jani yang tidak menyukai gaya hidup Radit.

Setelah menikah, kehidupan Radit dan Jani terlihat easy going, pokoknya serba rock n roll. Radit yang tak punya pekerjaan tetap mengajak Jani mengutil di mini market dan mencuri untuk makan dan bersenang-senang.

Awalnya, hidup mereka terlihat asyik dan seru. Impian setiap anak muda yang menginginkan hidup tanpa tekanan dan aturan. Namun, konflik mulai bermunculan saat Radit yang junkie tak bisa menahan diri saat sakaw dan membutuhkan narkoba. Hingga akhirnya Jani harus mengorbankan dirinya.

Tanpa pekerjaan tetap dan penghidupan layak, Radit yakin bahwa suatu saat nanti bisa membahagiakan Jani. Begitu pula Jani, yang yakin bisa melewati semuanya bersama Radit. Sayang, keyakinan kedua insan ini terbentur oleh berbagai masalah hidup yang mereka hadapi.

Saat Jani mulai putus asa, kata "sabar ya sayang" selalu diucapkan Radit. Pick up line inilah yang membuat Jani terus bertahan bersamanya. Di akhir cerita, Radit mewujudkan "sabar" yang ia maksud. Namun, wujudnya tak sesuai dengan yang diharapkan Jani.

Film karya Upi ini mengangkat tema tentang kehidupan junkie (pecandu narkoba) dengan pujaan hatinya. Diakui Upi, ide tema ini diambil dari kehidupan percintaan supermodel Kate Moss dengan Pete Doherty.

Kate yang supermodel dengan penghasilan luar biasa memilih tinggal bersama Doherty yang pecandu berat dan memiliki kehidupan yang jauh di bawahnya.

Bahkan diakui Upi, apartemen yang ditempati Kate dan Doherty pun diwujudkannya dalam film Radit dan Jani sebagai rumah kontrakan yang ditempati mereka.

Radit dan Jani ini diwarnai oleh berbagai adegan syur dan umpatan-umpatan kasar. Tak heran, film ini terpaksa terpaksa digunting lembaga sensor film hingga tiga shoot. Adegan tersebut saat Radit mengonsumsi narkoba, adegan seksual, dan saat keduanya mengumpat dengan kata kasar.

Jika melihat film ini, Anda pasti ingat dengan karya Upi terdahulu, Realita, Cinta dan Rock 'N Roll. Bukan hanya bintangnya yang sama, yaitu Vino G Bastian, tapi karakter yang dimainkan pun nyaris serupa. Begitu pula gambaran gaya hidup yang ditampilkan dan sinematografi yang bagi sebagian orang "bukan Indonesia banget".

Sekadar mengingatkan, bagi penonton yang menyaksikan Radit dan Jani jangan kaget jika melihat gambar yang ditampilkan selalu bergoyang. Itu bukan kesalahan teknis saat syuting, melainkan unsur kesengajaan.

Upi memang sengaja membuat gambar sedikit bergoyang untuk mendukung cerita. Film ini bisa disaksikan di bioskop mulai 24 Januari 2008.

Judul : Radit dan Jani
Sutradara : Upi
Pemain : Vino G Bastian, Fahrani
(ang)
BERITA LAINNYA
  • Review Film
    Seputih Cinta Melati Temani Libur Lebaran Seputih Cinta Melati Temani Libur Lebaran
    Seputih Cinta Melati Temani Libur Lebaran

    Libur lebaran kali ini akan terasa spesial dengan hadirnya film anak dan keluarga berjudul Seputih Cinta Melati garapan Alenia Pictures. Film religi ini sudah mulai beradar sejak 24 Juli 2014 lalu di seluruh bioskop Tanah Air.

  • Review Film
    Kisah Cinta Sejati si Putri Tidur dalam Maleficent Kisah Cinta Sejati si Putri Tidur dalam Maleficent
    Kisah Cinta Sejati si Putri Tidur dalam Maleficent

    Di balik dongeng Sleeping Beauty (Putri Tidur), ternyata ada sosok Maleficent. Si ratu nan jahat ini menjadi kisah cinta sejati Putri Tidur.

  • Review Film
    Mencegah Manusia Tak Punah dalam Philosophers Mencegah Manusia Tak Punah dalam Philosophers
    Mencegah Manusia Tak Punah dalam Philosophers

    Berlatar belakang keindahan alam Indonesia, The Philosophers film yang bercerita tentang seorang guru filsafat yang mengajar di sebuah sekolah internasional di Jakarta.

  • Review Film
    Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Drama Cinta Penuh Pesan Religi Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Drama Cinta Penuh Pesan Religi
    Ketika Tuhan Jatuh Cinta, Drama Cinta Penuh Pesan Religi

    Ketika Tuhan Jatuh Cinta, film drama karya Studio Sembilan dan Leica Production ini menyelipkan nilai-nilai religi dalam setiap pesan yang disampaikan.

  • Review Film
    After School Horror, 99 Persen Horor After School Horror, 99 Persen Horor
    After School Horror, 99 Persen Horor

    Di tengah genre action yang sedang booming, rumah produksi My Dream Pictures meluncurkan film bergenre horor kisah pertualangan anak SMA dalam After School Horror.

  • Review Film
    Karate Kid Berlatar Tsunami dalam Sang Pemberani Karate Kid Berlatar Tsunami dalam Sang Pemberani
    Karate Kid Berlatar Tsunami dalam Sang Pemberani

    Satu lagu film Indonesia yang siap menebar inspirasi, ialah Sang Pemberani. Film keluarga yang diangkat dari kisah nyata bocah karateka korban tsunami Aceh ini tayang perdana 22 Mei.

  • Review Film
    Merasakan Bangkitnya Kekaisaran Xerxes di 300: Rise of Empire Merasakan Bangkitnya Kekaisaran Xerxes di 300: Rise of Empire
    Merasakan Bangkitnya Kekaisaran Xerxes di 300: Rise of Empire

    300 Rise of an Empire, sekuel yang dibuat dengan plot berada dalam kejadian sama di 300 (2006), rasanya tidak salah merajai box office Amerika Serikat, pekan ini.

  • Review Film
    Perjalanan Mencari Jejak Islam di Tanah Eropa Perjalanan Mencari Jejak Islam di Tanah Eropa
    Perjalanan Mencari Jejak Islam di Tanah Eropa

    Hanum Salsabiela Rais (Acha Septriasa) dan Rangga Almahendra (Abimana Aryasatya) merupakan seorang suami istri yang tinggal di Vienna, Austria. Hanum meninggalkan Indonesia untuk menemani sang suami untuk kuliah di Vienna University of Economic and Business.

More Stories
Ruang Anda
SELFIE BARENG CELEB Share foto atau video bersama artis favorit kamu. Upload