Celebrity - Berita Film

Minggu, 30 Maret 2008 15:34 wib

Ramai-Ramai, Artis Gelar Aksi Prihatin Film Anak

Insaf Albert Tarigan - Okezone

Berita Sebelumnya


Foto: MS Fahmi/sindo

JAKARTA - Dunia perfilman Indonesia belakangan ini kurang memberikan tempat kepada film bertema anak-anak. Anak Indonesiapun akhirnya terpaksa menonton film-film bertema cinta, horror, dan kekerasan.

Dilatarbelakangi keprihatinan itu, ribuan anak, remaja dan artis menggelar aksi simpatik di Departemen Pariwisata dan Kebudayaan. Mereka meminta, semua kalangan termasuk pemerintah agar memperhatikan film-film bertema anak.

Dalam aksi yang digelar di depan Gedung Departemen pimpinan Jero Wacik itu, sebagian besar anak terlihat mengenakan pakaian serba putih. Sebagian lagi membawa-bawa peralatan marching band dan ada yang berpakaian bak penari India lengkap dengan sarinya.

Anak-anak dari sanggar Ananda pimpinan Aditya Gumay ini kompak meneriakkan yel-yel dan lagu yang diubah syairnya. "Film anak siapa yang punya, film anak siapa yang punya, yang punya kita semua," nyanyi mereka kompak. Mereka juga menenteng-nenteng spanduk di antaranya bertuliskan, "Jangan gila dong, kemana film Anak Indonesia."

Dalam aksi ini, presenter yang tengah naik daun sekaligus mantan pemain Lenong Bocah, acara drama komedi anak yang tayang di TPI tahun 90-an, Ruben Onsu pun terlihat ikut menyemarakkan aksi.

Koordinator Sanggar Ananda, Aditya Gumay yang ditemui di sela-sela aksi simpatik Minggu (30/3/2008) mengatakan, selama ini anak-anak seperti dibiarkan menikmati tontotan untuk orang dewasa. Padahal anak-anak punya dunianya sendiri. Anak-anak malah disuguhi film orang dewasa, jadi mereka dewasa sebelum waktunya.

Selain didukung sejumlah artis, aksi juga mendapat sambutan Menbudpar Jero Wacik. Menbudpar dijadwalkan akan datang ke kantornya untuk menyambut ribuan 'tamunya' itu dan memperingati Hari Film ke-58. Sederet produser film kenamaan seperti Raam Punjabi juga terlihat datang ke Gedung Departemen Budaya dan Pariwisata itu. (fit)

(mbs)

Box Office

Laskar Pelangi, Kisah Kalangan Pinggiran Menggapai Mimpi

sup1 Film ini sukses mencampur aduk perasaan penonton. Ada bumbu serius, lucu, dan sedih. Ditingkahi pemandangan indah dan menarik, membuat film ini tak membosankan.